Arcarta

Consultant

Tempat dan Biaya

Online Training ( Group ) Pendaftaran Min 5 peserta | Rp.2.200.000
09.00-12.00 / 13.00-16.00
Online Training (Reguler) | Rp 2.600.000
09.00-12.00 / 13.00-16.00
Jakarta | Rp 5.500.000
09.00-16.00
Bandung | Rp 6.000.000
09.00-16.00
Yogyakarta | Rp 6.300.000
09.00-16.00
Surabaya | Rp 6.500.000
09.00-16.00
Bali | Rp 7.000.000
09.00-16.00
Kota lain | Rp 6.000.000 - Rp 7.000.000
09.00-16.00
Investasi Online Termasuk :
Modul Training, Sertifikat, Qualified Trainer, Pajak
Investasi Offline Termasuk :
Modul Training, Sertifikat, Seminar Kits, Souvenir, Meeting room, 2x Cofee Break, Lunch, Qualified Trainer, Pajak

Jadwal

09
- 10 Nov 2026

Akan Datang

07
- 08 Dec 2026

Akan Datang

No data was found

Behavior Based Safety merupakan pendekatan keselamatan kerja yang berfokus pada pengamatan perilaku, identifikasi tindakan berisiko, pemberian feedback, serta penguatan perilaku aman di tempat kerja. Dalam praktik K3, kecelakaan tidak hanya berkaitan dengan kondisi peralatan atau lingkungan kerja, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan, keputusan, komunikasi, dan perilaku pekerja ketika menjalankan aktivitas operasional.

Perilaku seperti mengambil jalan pintas, mengabaikan prosedur, menggunakan peralatan secara tidak tepat, atau tidak memperhatikan potensi bahaya dapat meningkatkan risiko insiden. Karena itu, penerapan Behavior Based Safety membantu perusahaan membangun sistem yang lebih proaktif dengan mendorong pekerja untuk mengenali perilaku berisiko sebelum berkembang menjadi kecelakaan.

Program ini tidak bertujuan menciptakan budaya saling menyalahkan. Sebaliknya, pelatihan dirancang untuk meningkatkan komunikasi, observasi, coaching, dan keterlibatan antara pimpinan, supervisor, serta pekerja dalam membangun safety culture yang positif dan berkelanjutan.

–

Mengapa Behavior Based Safety Penting?

Program keselamatan kerja yang hanya mengandalkan peraturan dan prosedur belum tentu mampu membentuk kebiasaan aman. Pekerja perlu memahami alasan di balik suatu prosedur, konsekuensi perilaku berisiko, serta bagaimana memberikan maupun menerima feedback mengenai keselamatan.

Melalui Behavior Based Safety, organisasi dapat mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam mengidentifikasi critical behavior, melakukan observasi, menganalisis faktor yang memengaruhi perilaku, dan menentukan intervensi yang tepat.

Pendekatan ini juga membantu meningkatkan situational awareness, komunikasi K3, employee involvement, safety leadership, dan continuous improvement dalam pengelolaan risiko kerja.

–

Tujuan Training Behavior Based Safety

Pelatihan Behavior Based Safety bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami konsep, strategi, dan penerapan BBS secara sistematis di lingkungan kerja.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami prinsip dasar BBS
  • Mengidentifikasi safe behavior dan unsafe behavior
  • Memahami hubungan human error dan accident causation
  • Menggunakan ABC Model dalam analisis perilaku
  • Menyusun critical behavior checklist
  • Melakukan observasi perilaku secara efektif
  • Memberikan feedback dan coaching secara konstruktif
  • Mengembangkan strategi implementasi BBS
  • Mendukung peningkatan safety culture perusahaan

Behavior Based Safety Overview

Peserta akan memahami konsep dasar perilaku keselamatan dan kaitannya dengan sistem K3.

Materi meliputi:

  • Konsep safety behavior
  • Safe act dan unsafe act
  • Safety culture
  • Positive safety climate
  • Behavioral observation
  • Employee involvement
  • Continuous improvement

Pemahaman ini menjadi fondasi Behavior Based Safety dalam membangun perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Dasar Hukum dan Legal Compliance

Sesi ini membahas pentingnya kesesuaian program keselamatan dengan kebijakan perusahaan, sistem manajemen K3, serta ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku.

Topik meliputi:

  • Legal compliance
  • Safety responsibility
  • Internal policy
  • Standard operating procedure
  • HSE requirement
  • Management commitment
  • Worker participation

Peserta akan memahami bahwa program perilaku harus menjadi bagian dari sistem keselamatan yang lebih luas.

Human Error and Accident Causation

Peserta mempelajari faktor manusia yang dapat berkontribusi terhadap insiden.

Materi mencakup:

  • Human error
  • Risk behavior
  • Unsafe habit
  • Decision making
  • Fatigue awareness
  • Work pressure
  • Accident causation

Melalui Behavior Based Safety, fokus analisis diarahkan bukan sekadar pada siapa yang melakukan kesalahan, tetapi juga mengapa perilaku tersebut muncul.

ABC Model

ABC Model membantu peserta memahami hubungan antara pemicu, perilaku, dan konsekuensi.

Pembahasan meliputi:

  • Antecedent
  • Behavior
  • Consequence
  • Behavioral trigger
  • Positive reinforcement
  • Feedback mechanism
  • Behavior modification

Model ini dapat digunakan untuk menentukan intervensi yang lebih efektif terhadap perilaku berisiko.

BBS Principle and Process

Dalam Behavior Based Safety, program harus dijalankan secara terstruktur dan konsisten.

Peserta mempelajari:

  • Identifikasi critical behavior
  • Observation planning
  • Data collection
  • Behavior analysis
  • Feedback process
  • Corrective action
  • Progress monitoring
  • Program evaluation

Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengubah hasil observasi menjadi tindakan perbaikan yang nyata.

Development of Critical Behavior Checklist

Critical Behavior Checklist digunakan untuk membantu proses observasi perilaku.

Materi meliputi:

  • Identifikasi aktivitas kritis
  • Safe behavior criteria
  • Unsafe behavior indicators
  • Checklist design
  • Observation standard
  • Recording method
  • Data consistency

Melalui Behavior Based Safety, checklist dapat dikembangkan berdasarkan risiko aktual di tempat kerja.

Observation and Interview Methodology

Peserta belajar bagaimana melakukan observasi tanpa menciptakan ketegangan atau blame culture.

Topik mencakup:

  • Observation technique
  • Asking effective questions
  • Active listening
  • Behavioral interview
  • Objective recording
  • Constructive feedback
  • Confidentiality awareness

Tujuannya adalah menciptakan komunikasi yang terbuka dan mendorong pekerja berpartisipasi dalam perbaikan keselamatan.

Situational Awareness dan Program BBS

Kesadaran terhadap lingkungan kerja sangat penting dalam mencegah risiko.

Materi mencakup:

  • Hazard awareness
  • Environmental scanning
  • Changing condition
  • Risk recognition
  • Safe decision making
  • Personal responsibility
  • Team awareness

Penerapan Behavior Based Safety membantu pekerja meningkatkan kemampuan mengenali perubahan kondisi yang dapat menimbulkan bahaya.

Communication and Coaching Skill

Perubahan perilaku membutuhkan komunikasi yang efektif.

Peserta akan mempelajari:

  • Quality conversation
  • Positive feedback
  • Corrective feedback
  • Coaching technique
  • Building trust
  • Persuasive communication
  • Conflict avoidance

Pendekatan coaching membantu mendorong perubahan tanpa menciptakan rasa takut atau defensif.

Leader Role in Implementation BBS

Pimpinan memiliki peranan penting dalam membangun budaya keselamatan.

Materi meliputi:

  • Safety leadership
  • Management commitment
  • Role modeling
  • Employee engagement
  • Recognition
  • Monitoring
  • Continuous reinforcement

Keberhasilan Behavior Based Safety membutuhkan konsistensi antara kebijakan, perilaku pimpinan, dan praktik operasional.

–

Strategi Implementasi BBS di Tempat Kerja

Peserta mempelajari langkah implementasi yang dapat diterapkan di unit kerja.

Pembahasan meliputi:

  • Penentuan scope program
  • Pemilihan critical behavior
  • Penyusunan checklist
  • Pelaksanaan observasi
  • Feedback dan coaching
  • Analisis data
  • Improvement plan
  • Evaluasi program

Strategi ini membantu organisasi menerapkan Behavior Based Safety secara bertahap dan terukur.

–

Metode Pelatihan

Training menggunakan metode:

  • Presentasi
  • Diskusi konsultatif
  • Sharing pengalaman
  • Studi kasus
  • Simulasi observasi
  • Coaching practice
  • Group discussion
  • Evaluasi pembelajaran

–

Target Peserta

Training Behavior Based Safety sangat sesuai untuk Safetyman, HSE Officer, HSE Supervisor, HSE Superintendent, HSE Manager, Ahli K3 Umum, Operation Manager, General Manager, Senior Manager, supervisor operasional, manager non-HSE, safety leader, serta profesional yang terlibat dalam pengelolaan keselamatan dan budaya K3.

–

Hasil yang Diharapkan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan Behavior Based Safety untuk mengidentifikasi perilaku berisiko, memperkuat safe behavior, melakukan observasi dan coaching secara konstruktif, meningkatkan keterlibatan pekerja, serta membantu membangun budaya K3 yang lebih proaktif, positif, dan berkelanjutan.

Galleries Training

Zoom Meeting Arcarta

Online Training Behavior Based Safety (BBS) | PT Xapiens Teknologi Indonesia

23 June
-
24 June 2025

Selesai

Zoom Meeting Arcarta

Online Behavior Based Safety (BBS) | PT Xapiens Teknologi Indonesia

10 March
-
11 March 2025

Selesai

PT Sumi Indo Kabel TBK, Tangerang

In House Training Behavior Based Safety (BBS) | PT Sumi Indo Kabel Tbk

15 August
-
15 August 2024

Selesai

Zoom Meeting Arcarta

Online Training Behaviour Based Safety (BBS) PT Multi Hana Kreasindo

19 August

Selesai

Zoom Meeting Arcarta

Online Training Behaviour Based Safety (BBS) | PT Astra Honda Motor

25 July

Selesai

Zoom Meeting Arcarta

Online Training Behaviour Based  Safety (BBS) | PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP)

11 October
-
12 October 2021

Selesai

error: Content is protected !!