Arcarta

Consultant

Contractor Safety Management System untuk HSE kontraktor oil gas geothermal

TRAINING CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (CSMS) IN OIL GAS GEOTHERMAL INDUSTRY

Tempat dan Biaya

Online Training (Group)
Rp 2.200.000
Online Training (Reguler)
Rp 2.600.000
Jakarta
Rp 5.500.000
Bandung
Rp 6.000.000
Yogyakarta
Rp 6.300.000
Surabaya
Rp 6.500.000
Bali
Rp 7.000.000
Kota lain
Rp 6.000.000 - Rp 7.000.000

Jadwal

18
- 19 May 2026

Selesai

11
- 12 Jun 2026

Akan Datang

16
- 17 Jul 2026

Akan Datang

13
- 14 Aug 2026

Akan Datang

14
- 15 Sep 2026

Akan Datang

15
- 16 Oct 2026

Akan Datang

12
- 13 Nov 2026

Akan Datang

10
- 11 Dec 2026

Akan Datang

Contractor Safety Management System adalah pelatihan yang dirancang untuk membantu peserta memahami penerapan CSMS dalam pengelolaan kontraktor, vendor, dan supplier, khususnya pada industri oil, gas, dan geothermal. Dalam industri yang memiliki risiko tinggi, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap kontraktor yang bekerja di area operasional mampu memenuhi standar Health, Safety, Security, and Environment atau HSE yang telah ditetapkan.

CSMS digunakan sebagai sistem untuk menilai, memilih, memonitor, dan mengevaluasi kinerja keselamatan kontraktor. Pertamina Geothermal Energy, misalnya, menjelaskan bahwa CSMS digunakan sebagai alat untuk melakukan seleksi, evaluasi, dan pengawasan kinerja kontraktor, pemasok, atau vendor.

Melalui training ini, peserta akan memahami bagaimana Contractor Safety Management System diterapkan mulai dari tahap qualification, risk assessment, pre-qualification process, selection, job awarded, pre-job activity, work in progress, hingga final evaluation. Dengan pemahaman ini, peserta dapat mendukung perusahaan dalam mengurangi risiko HSE, meningkatkan kepatuhan kontraktor, dan memastikan pekerjaan berjalan aman sesuai standar yang berlaku.

Mengapa Contractor Safety Management System Penting?

Contractor Safety Management System penting karena kegiatan kontraktor di industri migas dan panas bumi memiliki potensi risiko tinggi, baik terhadap pekerja, fasilitas, lingkungan, maupun keberlangsungan operasi. Tanpa sistem seleksi dan monitoring yang baik, perusahaan dapat menghadapi risiko kecelakaan kerja, ketidaksesuaian prosedur, pelanggaran HSE policy, hingga gangguan operasional.

Pelatihan ini membantu peserta memahami bahwa CSMS bukan hanya dokumen administrasi, tetapi sistem pengelolaan keselamatan kontraktor secara menyeluruh. CSMS juga menjadi bagian penting sebelum proses tender teknikal dan komersial, karena kinerja HSE kontraktor perlu dinilai terlebih dahulu melalui assessment.

Sasaran Pelatihan Contractor Safety Management System

Pelatihan ini memiliki dua sasaran utama:

  1. Untuk personel pemberi kerja atau owner, training ini memberikan kemampuan dalam menguji dan menyeleksi kontraktor, memonitor pelaksanaan proyek, serta meninjau proyek yang telah selesai berdasarkan kinerja K3LL atau HSE yang diusulkan.
  2. Untuk personel kontraktor atau pelaksana, training ini memberikan kemampuan dalam mengembangkan, membuat, dan mengimplementasikan sistem manajemen kesehatan, keselamatan kerja, dan lindungan lingkungan agar sesuai dengan tuntutan perusahaan atau klien.

Tujuan Training Contractor Safety Management System

Setelah mengikuti Contractor Safety Management System, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dasar CSMS dalam industri oil, gas, dan geothermal.
  2. Meningkatkan perbaikan kinerja K3LL secara berkesinambungan.
  3. Mengatur program HSE yang efektif dalam pelaksanaan kontrak.
  4. Menyelaraskan program kontraktor dengan tuntutan perusahaan atau klien.
  5. Memahami proses qualification phase dan implementation phase dalam CSMS.
  6. Melakukan HSE capability assessment dan risk assessment.
  7. Memfasilitasi hubungan kerja antara perusahaan, kontraktor, dan sub-kontraktor.

Manfaat Training bagi Perusahaan

Melalui training ini, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan tim dalam menerapkan CSMS secara lebih terstruktur. Peserta akan memahami cara mengklasifikasikan risiko perusahaan, mengukur kinerja SMK3L, melakukan assessment terhadap kontraktor, serta memastikan kontraktor memahami dan mematuhi HSE policy pemberi kerja.

Penerapan Contractor Safety Management System yang baik dapat membantu perusahaan mengurangi risiko paparan terhadap pekerjaan kontraktor, meningkatkan kepatuhan HSE, memperkuat proses monitoring proyek, dan mendukung hubungan kerja yang lebih aman antara owner, kontraktor, vendor, dan supplier.

Untuk pengembangan kompetensi yang lebih lengkap, peserta juga dapat mengikuti Training HSE Management, Training Safety Management System, atau Training Risk Assessment agar kemampuan pengelolaan keselamatan kerja dan risiko operasional semakin optimal.

Outline Training Contractor Safety Management System

1. Introduksi CSMS

Peserta akan memahami pengantar CSMS, standar penerapan CSMS, klasifikasi risiko perusahaan, serta pengukuran kinerja SMK3L sebagai dasar dalam menilai kesiapan kontraktor.

2. Model dan Jadwal Kontrak

Sesi ini membahas hubungan antara model kontrak, jadwal pekerjaan, dan kebutuhan pengendalian HSE dalam pelaksanaan pekerjaan kontraktor.

3. HSE Capability Assessment

Peserta akan mempelajari cara menilai kemampuan HSE kontraktor, termasuk kesiapan sistem, kompetensi, dokumen pendukung, dan rekam jejak keselamatan kerja.

4. Proses CSMS

Materi ini membahas proses CSMS yang terdiri dari dua fase utama, yaitu qualification phase dan implementation phase. Qualification phase mencakup risk assessment, pre-qualification process, selection, dan job awarded. Implementation phase mencakup pre-job activity, work in progress, dan final evaluation.

5. HSE Program

Peserta akan memahami penyusunan dan pengelolaan HSE program yang efektif agar kontraktor dapat menjalankan pekerjaan sesuai standar keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan.

Metode Pelatihan

Metode pelatihan dilakukan secara partisipatif melalui ceramah, diskusi, latihan, dan studi kasus. Pendekatan ini membantu peserta memahami konsep CSMS sekaligus melihat penerapannya dalam konteks pekerjaan oil, gas, dan geothermal.

Target Peserta Training

Contractor Safety Management System cocok untuk top management, general manager, manager, supervisor, engineer, management representative, internal auditor, HSE officer, safety officer, procurement team, project team, serta personel yang terlibat dalam pelaksanaan, evaluasi, dan pengawasan CSMS.

Hasil yang Diharapkan

Contractor Safety Management System membantu peserta memahami cara mengelola keselamatan kontraktor secara lebih efektif, mulai dari risk assessment, HSE capability assessment, qualification phase, implementation phase, hingga final evaluation. Dengan mengikuti training ini, peserta dapat mendukung penerapan HSE yang lebih kuat, mengurangi risiko kerja kontraktor, dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan di industri oil, gas, dan geothermal.

Galleries Training

No results found.

error: Content is protected !!