Training Talent Acquisition adalah program pelatihan yang dirancang untuk membantu peserta memahami strategi modern dalam menarik, merekrut, memilih, mengembangkan, dan mempertahankan talenta terbaik bagi perusahaan. Dalam era globalisasi dan transformasi digital, organisasi tidak hanya membutuhkan karyawan yang mampu bekerja, tetapi juga talenta yang memiliki kompetensi, komitmen, potensi berkembang, dan kesesuaian dengan budaya perusahaan.
Persaingan dalam mendapatkan talent terbaik semakin ketat. Perusahaan perlu memiliki proses talent acquisition yang terstruktur, mulai dari memahami kebutuhan posisi, menentukan sumber kandidat, membuat iklan lowongan kerja yang menarik, melakukan seleksi objektif, menjalankan interview berbasis kompetensi, hingga menyusun job offer yang tepat. Tanpa strategi yang jelas, proses rekrutmen dapat menjadi kurang efektif, memakan waktu lama, dan menghasilkan kandidat yang tidak sesuai kebutuhan organisasi.
Melalui Training Talent Acquisition, peserta akan mempelajari perbedaan antara talent acquisition dan recruitment, key role talent acquisition, strategi mencari talent, metode recruitment internal dan eksternal, pembuatan job advertisement, employer branding, metode seleksi, Behavioral Event Interview atau BEI, Competency Based Interview atau CBI, metode STAR, job offer, job orientation, talent mapping, talent pool, nine box talent, succession plan, dan dual career path.
Mengapa Training Talent Acquisition Penting?
Training Talent Acquisition penting karena proses mendapatkan talent bukan hanya aktivitas administratif untuk mengisi posisi kosong. Talent acquisition merupakan proses strategis yang berhubungan langsung dengan pertumbuhan bisnis, produktivitas, kualitas SDM, dan keberlanjutan organisasi.
Perusahaan yang memiliki sistem talent acquisition yang baik akan lebih mampu menarik kandidat berkualitas, mempercepat proses hiring, mengurangi risiko salah rekrut, serta membangun talent pool untuk kebutuhan masa depan. Selain itu, strategi akuisisi talenta yang terintegrasi dengan pengembangan karier dapat membantu perusahaan mempertahankan karyawan potensial dalam jangka panjang.
Pelatihan ini juga membantu peserta memahami bahwa keberhasilan hiring tidak berhenti pada tahap kandidat diterima. Perusahaan tetap perlu menyiapkan job orientation, talent development, succession plan, dan jalur karier yang jelas agar talent dapat berkembang dan memberikan kontribusi optimal.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti Training Talent Acquisition, peserta diharapkan mampu:
- Merancang strategi akuisisi talenta yang efektif dan sesuai kebutuhan bisnis.
- Mengelola proses rekrutmen dan hiring secara lebih efisien.
- Menyusun job advertisement yang menarik dan mendukung employer branding.
- Menggunakan metode seleksi untuk menilai kompetensi kandidat secara objektif.
- Melakukan interview berbasis perilaku melalui metode BEI atau CBI.
- Menyusun job offer dan program orientasi bagi talent terpilih.
- Mengintegrasikan talent acquisition dengan talent development dan career planning.
- Memahami talent mapping, talent pool, nine box talent, dan succession plan.
Topik dan Pembahasan Training
1. Definisi Talent Acquisition dan Recruitment
Peserta akan memahami perbedaan antara talent acquisition dan recruitment. Recruitment berfokus pada pemenuhan posisi saat ini, sedangkan talent acquisition berorientasi lebih strategis untuk membangun sumber talent jangka panjang.
2. Strategi Mencari Talent yang Efektif
Sesi ini membahas key role talent acquisition, langkah awal penerapan talent acquisition, strategi recruitment, serta cara mencari kandidat melalui sumber internal dan eksternal.
3. Job Advertisement dan Employer Branding
Peserta akan mempelajari cara membuat iklan lowongan kerja yang menarik, jelas, dan mampu mengundang talent yang sesuai. Materi ini juga membahas prinsip AIDA dalam job advertisement dan kaitannya dengan employer branding.
4. Metode Seleksi dan Penilaian Kompetensi
Pada sesi ini, peserta akan memahami metode seleksi untuk menilai kompetensi talent, termasuk penggunaan standard model, kamus kompetensi, dan matrix kompetensi sebagai pedoman dalam proses seleksi.
5. Interview BEI/CBI dan Metode STAR
Peserta akan mempelajari teknik wawancara berbasis perilaku melalui BEI dan CBI untuk menggali pengalaman kandidat sebelumnya. Metode STAR digunakan untuk membantu pewawancara menilai situasi, tugas, tindakan, dan hasil dari jawaban kandidat.
6. Job Offer dan Job Orientation
Sesi ini membahas cara membuat keputusan hasil seleksi, menyusun job offer, memahami enam hal penting dalam job offer, serta menyiapkan materi orientasi kerja bagi talent yang diterima.
7. Talent Development dan Succession Plan
Peserta akan memahami konsep talent development, talent management, succession plan, identifikasi critical position, talent mapping, talent pool, dan nine box talent sebagai bagian dari pengembangan SDM jangka panjang.
8. Career Path untuk Talent
Pada sesi terakhir, peserta akan mempelajari jabatan talent struktural dan fungsional, serta konsep dual career path untuk mendukung pengembangan karier talent sesuai potensi dan kebutuhan perusahaan.
Peserta yang Disarankan
Training Talent Acquisition sesuai untuk staff HRD, supervisor HRD, manager HRD, talent acquisition team, recruiter, talent management, business partner HR, serta profesional dari departemen lain yang ingin memahami proses akuisisi dan pengembangan talent perusahaan.
Hasil yang Diharapkan
Setelah mengikuti Training Talent Acquisition, peserta diharapkan mampu menyusun strategi rekrutmen yang lebih efektif, membuat job advertisement yang menarik, menjalankan seleksi dan interview berbasis kompetensi, menyusun job offer, serta menghubungkan proses hiring dengan talent development, talent mapping, dan succession plan. Pelatihan ini juga diharapkan membantu perusahaan mendapatkan talent terbaik dan mempertahankannya untuk mendukung tujuan strategis organisasi.


