Cost Estimation adalah pelatihan yang dirancang untuk membantu peserta memahami teknik estimasi biaya dan analisis biaya dalam proses procurement dan purchasing. Dalam pengadaan barang, jasa, maupun pekerjaan proyek, penentuan harga yang akurat menjadi salah satu proses penting karena akan memengaruhi perencanaan anggaran, evaluasi penawaran supplier, penyusunan HPS atau Owner’s Estimate, serta keputusan pembelian perusahaan.
Dalam praktik procurement, keputusan pembelian tidak cukup hanya membandingkan harga penawaran terendah. Perusahaan perlu memahami komponen biaya, struktur harga, biaya produksi, biaya kepemilikan, biaya pengiriman, risiko pengadaan, serta biaya lain yang mungkin muncul sepanjang proses pembelian. Karena itu, professional procurement dan purchasing perlu memiliki kemampuan Cost Estimation agar dapat menilai kewajaran harga dan membuat keputusan pengadaan yang lebih tepat.
Training Cost Estimation, Cost Analysis in Procurement & Purchasing membekali peserta dengan pemahaman mengenai berbagai metode estimasi biaya, kelebihan dan kekurangan setiap metode, serta cara menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Peserta juga akan mempelajari analisis cost untuk supplier selection, HPS/OE, cost of goods sold, activity-based costing, break even point, total cost of ownership, dan project cost estimation.
Mengapa Cost Estimation Penting dalam Procurement?
Cost Estimation penting karena kesalahan dalam memperkirakan biaya dapat menyebabkan anggaran tidak akurat, harga pengadaan terlalu tinggi, vendor tidak tepat, atau keputusan pembelian tidak efisien. Estimasi biaya yang baik membantu perusahaan mengetahui batas kewajaran harga sebelum proses negosiasi atau evaluasi penawaran dilakukan.
Dalam procurement, estimasi biaya digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyusun budget, membuat Owner’s Estimate, membandingkan harga supplier, menilai struktur biaya, menghitung landed cost untuk pengadaan internasional, serta mengevaluasi apakah penawaran vendor sudah sesuai dengan kualitas, kuantitas, dan spesifikasi yang dibutuhkan.
Pelatihan ini membantu peserta memahami bahwa analisis biaya bukan hanya pekerjaan finance, tetapi juga keterampilan penting bagi procurement agar proses pembelian lebih objektif, transparan, dan berbasis data.
Tujuan Training Cost Estimation
Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep dasar Cost Estimation dan pertimbangan dalam memilih metode estimasi biaya yang sesuai. Peserta juga akan mampu memahami berbagai metode cost estimation, termasuk harga pasar, data kontrak masa lalu, price list pabrikan, engineering estimation, project cost estimation, Delphi Method, Activity-Based Costing, dan Break Even Point.
Selain itu, peserta akan mempelajari cara melakukan analisis biaya untuk berbagai kategori item pembelian, melakukan simulasi estimasi biaya, memahami perhitungan Cost of Goods Manufactured, Cost of Goods Sold, Total Cost of Ownership, serta menggunakan analisis biaya dalam supplier selection dan laporan procurement.
Manfaat Training bagi Perusahaan
Melalui Cost Estimation, perusahaan dapat meningkatkan kualitas proses pengadaan dan mengurangi risiko pemborosan biaya. Peserta akan lebih mampu menyusun estimasi biaya yang akurat, mengevaluasi kewajaran harga supplier, serta mendukung proses negosiasi dengan data yang lebih kuat.
Pelatihan ini juga membantu perusahaan meningkatkan efektivitas penyusunan HPS atau Owner’s Estimate. Dengan pemahaman cost analysis yang baik, perusahaan dapat mengelola pengadaan OPEX, CAPEX, pengadaan jasa, pengadaan internasional, dan pengadaan proyek secara lebih terukur.
Untuk pengembangan kompetensi yang lebih lengkap, peserta juga dapat mengikuti Training Procurement Management, Training Strategic Sourcing, atau Training Vendor Management agar kemampuan pengadaan, analisis biaya, dan evaluasi supplier semakin kuat.
Outline Training Cost Estimation
1. Proses Pengadaan Barang dan Jasa
Peserta akan memahami objektif pengadaan, parameter pengadaan, proses pengadaan tradisional dan modern, serta pentingnya aspek quality, cost, dan delivery dalam proses procurement.
2. Peran Owner’s Estimate dalam Pengadaan
Sesi ini membahas pengertian Owner’s Estimate, fungsi OE, perannya dalam berbagai pola pengadaan, serta studi kasus penggunaan OE dalam evaluasi supplier.
3. Teknik Cost Estimation dalam Procurement
Peserta akan mempelajari berbagai referensi estimasi biaya, seperti harga pasar, data kontrak masa lalu, price list pabrikan, engineering estimation, network planning, Delphi Method, dan referensi harga lainnya.
4. Cost of Goods Sold dan Harga Satuan
Materi ini membahas komponen biaya, perhitungan Cost of Goods Manufactured, Cost of Goods Sold, serta formulasi HPS/OE untuk pengadaan dengan anggaran OPEX.
5. Break Even Point Analysis
Peserta akan memahami fixed cost, variable cost, perhitungan break even point dengan teknik grafis, serta contribution margin untuk mendukung analisis pengadaan.
6. Activity-Based Costing
Sesi ini membahas perbedaan Activity-Based Costing dan traditional costing, penerapan ABC untuk purchasing management, serta peluang reduksi biaya melalui analisis aktivitas.
7. Pengadaan Internasional dan Pengadaan Jasa
Peserta akan mempelajari perhitungan OE untuk pengadaan internasional, biaya pengadaan internasional, ketentuan pengadaan jasa, serta aplikasi traditional cost accounting dan ABC untuk pengadaan jasa.
8. Total Cost of Ownership dan Project Cost Estimation
Materi terakhir membahas konsep Total Cost of Ownership, time value of money, perhitungan TCO dengan Net Present Value, latihan TCO, serta project cost estimation dalam perhitungan biaya proyek.
Target Peserta Training
Cost Estimation cocok untuk procurement staff, purchasing staff, buyer, supply chain team, logistics, warehouse, production, finance, planning, supervisor, manager, senior management, dan pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan pembelian atau pengadaan barang dan jasa.
Hasil yang Diharapkan
Setelah mengikuti Cost Estimation, peserta diharapkan mampu menyusun estimasi biaya yang lebih akurat, memahami berbagai metode cost analysis, menghitung HPS/OE, menganalisis COGS, ABC, BEP, TCO, dan NPV, serta mengevaluasi penawaran supplier secara lebih objektif. Peserta juga diharapkan mampu membantu perusahaan meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas keputusan procurement.





