Kredit Bermasalah merupakan salah satu risiko utama yang perlu dikelola secara serius oleh bank dan lembaga keuangan. Dalam bisnis perbankan, kredit menjadi salah satu pilar utama pendapatan, sehingga kualitas portofolio kredit harus terus dipantau, dianalisis, dan dimitigasi agar tidak berkembang menjadi Non-Performing Loan atau NPL yang semakin tinggi.
Training Strategi Penyelesaian Kredit Bermasalah melalui optimalisasi Cessie dan AYDA dirancang untuk membantu peserta memahami cara menangani problem loan secara lebih tepat, terstruktur, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam praktiknya, penyelesaian kredit tidak hanya membutuhkan kemampuan penagihan, tetapi juga pemahaman terhadap analisis debitur, strategi recovery, restrukturisasi, eksekusi, lelang, Cessie, dan AYDA.
AYDA atau Agunan Yang Diambil Alih dikenal dalam regulasi sebagai aset yang diperoleh bank, baik sebagian maupun seluruhnya, dalam rangka penyelesaian kredit atau pembiayaan bermasalah. Karena itu, pelaksanaan AYDA perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan masalah hukum atau kepatuhan di kemudian hari.
Mengapa Kredit Bermasalah Perlu Ditangani dengan Tepat?
Kredit Bermasalah perlu ditangani secara tepat karena dapat memengaruhi kualitas aset, arus kas, profitabilitas, dan kesehatan lembaga keuangan. Jika problem loan tidak dimonitor sejak awal, potensi kerugian dapat meningkat dan proses recovery menjadi semakin sulit.
Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, debitur dapat mengalami penurunan kemampuan bayar, perubahan arus kas, atau gangguan kegiatan usaha. Karena itu, tim remedial, recovery, legal, dan kredit perlu memahami strategi penyelesaian yang sesuai dengan kondisi debitur dan kebijakan perusahaan.
Pelatihan ini membantu peserta memahami tahapan penyelesaian kredit, mulai dari identifikasi problem loan, analisis risiko debitur, monitoring pasca restrukturisasi, hingga alternatif penyelesaian melalui restrukturisasi, rescheduling, reconditioning, eksekusi, lelang, Cessie, dan AYDA.
Tujuan Training Kredit Bermasalah
Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami penanganan problem loan secara tepat untuk memperkecil risiko kegagalan recovery.
- Mengidentifikasi permasalahan kredit dan menentukan strategi penyelesaian yang sesuai.
- Memahami mekanisme penyelesaian melalui Cessie dan AYDA.
- Melakukan monitoring kredit setelah restrukturisasi.
- Menganalisis profil risiko debitur dan kategori kegiatan usaha.
- Memahami strategi penagihan sebelum kredit menjadi semakin bermasalah.
- Berperan aktif dalam pengembangan tim penyelesaian kredit dan peningkatan performance recovery.
Manfaat Training bagi Perusahaan
Melalui pelatihan ini, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan tim dalam menyelesaikan Kredit Bermasalah secara lebih efektif. Peserta akan memahami bagaimana membaca potensi masalah sejak awal, memperkuat administrasi kredit, menyusun strategi penagihan, dan mengambil keputusan sesuai kebijakan perusahaan.
Pelatihan ini juga membantu perusahaan memilih skema penyelesaian yang tepat, baik melalui restrukturisasi, rescheduling, reconditioning, eksekusi, lelang, Cessie, maupun AYDA. OJK juga menekankan bahwa program penanganan kredit bermasalah perlu mencakup tata cara penanganan, perkiraan jangka waktu penyelesaian, serta hasil penyelamatan atau penyelesaian kredit.
Untuk pengembangan kompetensi yang lebih lengkap, peserta juga dapat mengikuti Training Credit Risk Management, Training Debt Recovery, atau Training Collection Management agar kemampuan pengelolaan risiko kredit dan recovery semakin optimal.
Materi Training Kredit Bermasalah
1. Overview dan Pemahaman Permasalahan Kredit
Peserta akan memahami definisi Kredit Bermasalah, penyebab terjadinya problem loan, tahapan dalam problem loan, serta poin penting yang perlu dipetakan sebelum menentukan strategi penyelesaian.
2. Analyzing and Solving Problem Loan After Restructuring
Sesi ini membahas analisis permasalahan debitur, profil risiko debitur, serta kriteria dan kategori kegiatan usaha debitur setelah restrukturisasi dilakukan.
3. Problem Loan Monitoring dan Kebijakannya
Peserta akan mempelajari pelaksanaan verifikasi proaktif, pencegahan problem loan agar tidak kembali bermasalah setelah restrukturisasi, penguatan administrasi kredit, day-to-day monitoring activities, pembacaan potensi dan kondisi debitur, strategi penagihan awal, serta pengambilan keputusan berdasarkan kebijakan perusahaan.
4. Strategi dan Alternatif Skema Penyelesaian Kredit Bermasalah
Materi ini membahas berbagai alternatif penyelesaian, seperti restrukturisasi kredit, rescheduling, reconditioning, eksekusi dan lelang, Cessie, serta AYDA. Peserta akan memahami kapan suatu skema dapat digunakan dan bagaimana menilai efektivitasnya terhadap proses recovery.
5. Tata Cara Melakukan AYDA melalui Lelang
Sesi ini membahas dasar hukum dan peraturan terkait AYDA, legal process and action, serta permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan AYDA. Peserta juga akan memahami pentingnya dokumentasi, koordinasi, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator dalam proses penyelesaian.
Target Peserta Training
Kredit Bermasalah cocok untuk tim remedial, collection, recovery, credit risk, legal, compliance, account officer, relationship manager, analis kredit, internal auditor, supervisor kredit, manager kredit, serta profesional perbankan dan lembaga keuangan yang terlibat dalam penyelesaian problem loan, Cessie, AYDA, dan recovery kredit.
Hasil yang Diharapkan
Kredit Bermasalah membutuhkan strategi penyelesaian yang tepat agar proses recovery dapat berjalan efektif dan tidak memperburuk kualitas portofolio. Melalui training ini, peserta akan memahami pemetaan problem loan, monitoring pasca restrukturisasi, strategi penagihan, Cessie, AYDA, lelang, serta aspek hukum yang perlu diperhatikan dalam proses penyelesaian kredit.
