Arcarta

Consultant

Tempat dan Biaya

Online Training (Group)
Rp 2.200.000
Online Training (Reguler)
Rp 2.600.000
Jakarta 2 Days
Rp 5.500.000
Jakarta 1 day
Rp 4.000.000
Bandung
Rp 6.000.000
Yogyakarta
Rp 6.300.000
Surabaya
Rp 6.500.000
Bali
Rp 7.000.000
Kota Lain
Rp 6.000.000 - Rp 7.000.000

Jadwal

13
- 14 Jul 2026

Akan Datang

10
- 11 Aug 2026

Akan Datang

10
- 11 Sep 2026

Akan Datang

15
- 16 Oct 2026

Akan Datang

12
- 13 Nov 2026

Akan Datang

10
- 11 Dec 2026

Akan Datang

Lean Manufacturing adalah pelatihan yang dirancang untuk membantu peserta memahami cara mengelola proses produksi secara lebih efisien, terstruktur, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas. Dalam industri manufaktur, perusahaan perlu mampu mengatur perencanaan produksi, kebutuhan material, kapasitas, persediaan, kualitas, dan pengendalian shopfloor agar proses operasional berjalan optimal.

Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari konsep manajemen produksi modern, seperti Manufacturing Resource Planning, Total Quality Management, sistem manajemen kualitas, Just in Time, strategi perencanaan produksi, inventory control, Material Requirement Planning, Master Production Scheduling, Capacity Requirement Planning, dan pengendalian aktivitas produksi di area shopfloor.

Melalui Lean Manufacturing, peserta akan memahami bagaimana proses produksi dapat dikelola dengan lebih tepat melalui perencanaan, pengendalian, analisis kebutuhan, serta pemecahan masalah operasional. Pelatihan ini juga menggunakan pendekatan studi kasus agar peserta dapat memahami penerapan konsep produksi dalam situasi nyata di industri manufaktur.

Mengapa Lean Manufacturing Penting?

Lean Manufacturing penting karena perusahaan manufaktur sering menghadapi tantangan seperti pemborosan material, keterlambatan produksi, kelebihan persediaan, kapasitas tidak seimbang, kualitas tidak konsisten, dan kurangnya koordinasi antara perencanaan, produksi, gudang, serta pengadaan.

Dengan pendekatan manajemen produksi yang tepat, perusahaan dapat mengurangi pemborosan, meningkatkan ketepatan jadwal produksi, mengoptimalkan penggunaan material, dan memperbaiki efisiensi proses. Konsep seperti JIT, TQM, MRP, dan MPS membantu perusahaan mengelola produksi dengan lebih sistematis dan berbasis kebutuhan aktual.

Pelatihan ini membantu peserta memahami bahwa efisiensi produksi bukan hanya soal mempercepat proses, tetapi juga tentang memastikan material tersedia tepat waktu, kapasitas produksi sesuai, kualitas terjaga, dan keputusan operasional didukung data yang akurat.

Tujuan Training Lean Manufacturing

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu memahami berbagai aspek perencanaan dan pengendalian produksi. Peserta juga akan memahami konsep dasar production planning, teknik pengendalian produksi, inventory control, forecasting, aggregate planning, MRP, MPS, CRP, dan shopfloor control.

Selain itu, peserta akan mempelajari cara menganalisis permasalahan produksi, menyusun rencana kebutuhan material, menghitung kapasitas produksi, mengendalikan persediaan, serta memecahkan kasus perencanaan dan pengendalian produksi di perusahaan manufaktur.

Manfaat Training bagi Perusahaan

Melalui Lean Manufacturing, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan tim dalam mengelola sistem produksi secara lebih efektif. Peserta akan memahami hubungan antara perencanaan produksi, kebutuhan material, kapasitas, kualitas, dan pengendalian persediaan.

Pelatihan ini juga membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan stok, memperbaiki koordinasi antar fungsi, serta mendukung pengambilan keputusan dalam proses produksi.

Untuk pengembangan kompetensi yang lebih lengkap, peserta juga dapat mengikuti Training Production Planning and Inventory Control, Training Supply Chain Management, atau Training Total Quality Management agar kemampuan pengelolaan produksi dan operasional semakin kuat.

Outline Training Lean Manufacturing

1. Introduksi Manajemen Produksi Terpadu

Peserta akan memahami karakteristik sistem manajemen produksi, lingkungan manufaktur, persoalan yang biasa dihadapi perusahaan, kerangka perencanaan dan pengendalian produksi, serta pengenalan konsep JIT, TQM, dan MRP II.

2. Komponen Utama Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Sesi ini membahas hirarki perencanaan, demand management, aggregate planning, sales and operation planning, Master Production Schedule, Material Requirement Planning, dan Capacity Requirement Planning.

3. Prakiraan Kebutuhan Barang

Peserta akan mempelajari konsep forecasting, sumber data, teknik prakiraan kebutuhan barang, serta latihan dan ilustrasi peramalan kebutuhan dalam proses produksi.

4. Perencanaan Agregat

Materi ini membahas pengertian aggregate planning, manfaat, strategi, metode perencanaan agregat, serta studi kasus dan latihan perencanaan agregat.

5. Manajemen Material dan Inventory Control

Peserta akan memahami pengertian manajemen material, klasifikasi material, perencanaan kebutuhan barang, pengadaan, pergudangan, distribusi, administrasi persediaan, biaya persediaan, optimasi persediaan, dan model inventory control.

6. Manufacturing Resource Planning dan Master Production Scheduling

Sesi ini membahas konsep MRP dan MRP II, pengaruhnya terhadap perencanaan usaha, manajemen permintaan produk, forecasting, penyusunan MPS, Bill of Material, serta implementasi MPS dan BOM.

7. Material Requirement Planning dan Capacity Requirement Planning

Peserta akan mempelajari konsep MRP, permintaan material dependen dan independen, schedule, planned order release, pola pengambilan keputusan MRP, analisis kapasitas, pembebanan kapasitas, dan alternate resource planning.

8. Pengendalian Shopfloor dan Studi Kasus Produksi

Materi terakhir membahas manfaat shopfloor control, penentuan prioritas shop order, pengelolaan work in process, pengukuran output aktual, efisiensi shopfloor, serta studi kasus Resource Requirement Planning yang mencakup BOM, production plan, MPS, MRP, CRP, dan inventory control.

Target Peserta Training

Lean Manufacturing cocok untuk pimpinan perusahaan, general manager, manager produksi, supervisor produksi, staff produksi, PPIC, inventory control, warehouse, supply chain, quality control, maintenance, operation team, dan pihak lain yang terlibat dalam perencanaan, pengendalian, serta peningkatan efisiensi proses manufaktur.

Hasil yang Diharapkan

Setelah mengikuti Lean Manufacturing, peserta diharapkan mampu memahami sistem manajemen produksi secara lebih menyeluruh, menyusun perencanaan produksi, mengelola kebutuhan material, mengendalikan persediaan, menghitung kapasitas, serta meningkatkan efisiensi operasional. Peserta juga diharapkan mampu membantu perusahaan mengurangi pemborosan, memperbaiki alur produksi, dan meningkatkan produktivitas manufaktur secara berkelanjutan.

Galleries Training

No results found.

error: Content is protected !!