Training Management and Portfolio Business adalah program pelatihan yang dirancang untuk membantu peserta memahami cara mengelola berbagai unit bisnis, produk, layanan, atau lini usaha secara strategis dalam satu portofolio perusahaan. Dalam lingkungan bisnis yang terus berubah, perusahaan tidak cukup hanya memiliki satu produk atau satu unit usaha yang kuat. Perusahaan perlu mampu menilai, mengembangkan, mempertahankan, atau bahkan melepas unit bisnis tertentu berdasarkan potensi pasar, kinerja keuangan, risiko, dan kontribusinya terhadap tujuan jangka panjang.
Portofolio bisnis yang dikelola dengan baik dapat membantu perusahaan menentukan prioritas investasi, mengalokasikan sumber daya secara tepat, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan. Sebaliknya, portofolio yang tidak terkelola dapat menyebabkan perusahaan terlalu banyak berinvestasi pada unit bisnis yang kurang produktif, mengabaikan peluang baru, atau kehilangan arah strategi jangka panjang.
Melalui Training Management and Portfolio Business, peserta akan mempelajari konsep dasar manajemen portofolio bisnis, perbedaan antara portofolio bisnis dan portofolio keuangan, alat analisis strategis seperti BCG Matrix dan GE/McKinsey Matrix, evaluasi keuangan portofolio, manajemen risiko, strategi diversifikasi, serta simulasi penyusunan portofolio bisnis baru.
Mengapa Training Management and Portfolio Business Penting?
Training Management and Portfolio Business penting karena banyak perusahaan memiliki lebih dari satu unit bisnis, produk, atau layanan, tetapi belum tentu memiliki kerangka kerja yang jelas untuk menilai mana yang harus dikembangkan, dipertahankan, diperbaiki, atau dihentikan. Tanpa analisis portofolio, keputusan strategis sering kali hanya didasarkan pada intuisi, tekanan jangka pendek, atau kepentingan masing-masing unit.
Dengan memahami manajemen portofolio bisnis, peserta dapat membantu perusahaan melihat posisi setiap unit bisnis secara lebih objektif. Misalnya, unit bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi mungkin perlu mendapatkan investasi lebih besar, sedangkan unit bisnis yang sudah stabil dapat menjadi sumber cash flow. Sementara itu, unit bisnis dengan daya saing rendah perlu dievaluasi apakah masih layak dipertahankan atau perlu dilakukan perubahan strategi.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti Training Management and Portfolio Business, peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep dasar manajemen dan portofolio bisnis.
- Membedakan portofolio bisnis dengan portofolio keuangan.
- Menggunakan alat analisis portofolio seperti BCG Matrix dan GE/McKinsey Matrix.
- Menganalisis posisi unit bisnis berdasarkan daya tarik pasar dan kekuatan bisnis.
- Menentukan prioritas investasi, ekspansi, merger, atau divestasi.
- Mengevaluasi risiko, kinerja keuangan, dan kebutuhan sumber daya portofolio.
- Menyusun rencana aksi pengelolaan portofolio bisnis berbasis studi kasus.
Topik dan Pembahasan Training
1. Konsep Dasar Manajemen dan Portofolio Bisnis
Peserta akan memahami pengertian portofolio bisnis, struktur organisasi multi-unit, serta peran portofolio bisnis dalam strategi perusahaan. Sesi ini juga membahas contoh portofolio perusahaan besar seperti Unilever, Astra, BUMN Holding, atau perusahaan multibisnis lainnya.
2. Alat Analisis Portofolio Bisnis
Sesi ini membahas penggunaan BCG Matrix yang terdiri dari Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog. Peserta juga akan mempelajari GE/McKinsey Matrix yang menilai unit bisnis berdasarkan daya tarik pasar dan kekuatan bisnis, serta memahami siklus hidup produk dan unit bisnis.
3. Studi Kasus Analisis Portofolio Nyata
Peserta akan berdiskusi menggunakan studi kasus perusahaan multibisnis, seperti Astra, Telkom, atau Pupuk Indonesia. Melalui studi kasus ini, peserta akan belajar menganalisis posisi unit bisnis dan menentukan prioritas investasi atau divestasi.
4. Keputusan Strategis dan Sinergi Portofolio
Pada sesi ini, peserta akan mempelajari alokasi sumber daya, keputusan investasi, ekspansi, merger, divestasi, serta sinergi antarunit bisnis. Materi ini membantu peserta memahami bagaimana keputusan lintas unit dapat memengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
5. Evaluasi Keuangan dan Risiko Portofolio
Peserta akan mempelajari pengukuran kinerja portofolio menggunakan indikator seperti ROI, NPV, dan IRR. Selain itu, peserta juga akan memahami risiko pasar, risiko produk, risiko teknologi, serta cara mengalokasikan anggaran antarunit bisnis.
6. Inovasi dan Diversifikasi dalam Portofolio
Sesi ini membahas peran inovasi dalam memperbarui portofolio bisnis, termasuk strategi diversifikasi vertikal, horizontal, dan konglomerat. Peserta akan memahami bagaimana inovasi dapat membantu perusahaan menyesuaikan portofolio dengan perubahan pasar.
7. Simulasi Perencanaan Portofolio Baru
Peserta akan melakukan simulasi membangun portofolio bisnis baru, menyusun struktur portofolio, menentukan strategi, membuat peta risiko, serta merancang alokasi sumber daya dan anggaran.
Peserta yang Disarankan
Training Management and Portfolio Business sesuai untuk manajer unit bisnis, staf strategi, staf keuangan, tim investasi, general manager business unit, tim BUMN, holding company, corporate planning, business development, serta pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Metode Pelatihan
Metode pelatihan dilakukan melalui diskusi, studi kasus aktual, simulasi pengambilan keputusan, dan latihan penyusunan matriks portofolio. Pendekatan ini membantu peserta memahami konsep sekaligus menerapkannya dalam konteks bisnis nyata.
Hasil yang Diharapkan
Setelah mengikuti Training Management and Portfolio Business, peserta diharapkan mampu menganalisis portofolio bisnis secara lebih sistematis, menentukan prioritas unit bisnis, mengalokasikan sumber daya secara tepat, mengevaluasi risiko, serta menyusun strategi portofolio yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan.
