Training Penerapan PSAK 117 – Penyempurnaan dari PSAK 74 Adopsi dari IFRS 17 untuk Perusahaan Asuransi dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai implementasi standar akuntansi terbaru yang mengatur kontrak asuransi di Indonesia. Standar ini merupakan adopsi dari IFRS 17 Insurance Contracts yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) dan telah diadopsi oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) menjadi PSAK 117.
Perubahan ini merupakan salah satu transformasi terbesar dalam industri asuransi selama beberapa dekade terakhir. PSAK 117 menggantikan pendekatan lama yang sebelumnya digunakan dalam PSAK 62 dan menjadi penyempurnaan atas PSAK 74 yang telah digunakan sebagai masa transisi menuju implementasi penuh. Dengan berlakunya PSAK 117 secara efektif mulai 1 Januari 2025, perusahaan asuransi dituntut untuk melakukan perubahan signifikan dalam pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan kontrak asuransi.
Melalui Training Penerapan PSAK 117 – Penyempurnaan dari PSAK 74 Adopsi dari IFRS 17 untuk Perusahaan Asuransi, peserta akan memahami perubahan mendasar dalam pengelolaan kontrak asuransi, pengukuran liabilitas, pengakuan laba, hingga integrasi data antara fungsi aktuaria, keuangan, teknologi informasi, dan manajemen risiko.
Latar Belakang PSAK 117
DSAK IAI mengadopsi IFRS 17 Insurance Contracts sebagai PSAK 117 untuk meningkatkan transparansi, konsistensi, dan kualitas pelaporan keuangan perusahaan asuransi di Indonesia. Standar ini menggantikan pendekatan lama yang dinilai kurang mampu mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya dari kontrak asuransi.
Sepanjang tahun 2024, sebagian besar perusahaan asuransi melakukan parallel run atau uji coba implementasi PSAK 117 sebagai bagian dari persiapan menuju penerapan penuh pada tahun 2025. Implementasi ini tidak hanya berdampak pada laporan keuangan, tetapi juga memengaruhi proses bisnis, sistem informasi, pengelolaan data, hingga strategi perusahaan secara keseluruhan.
Melalui Training Penerapan PSAK 117 – Penyempurnaan dari PSAK 74 Adopsi dari IFRS 17 untuk Perusahaan Asuransi, peserta akan memperoleh pemahaman mendalam mengenai perubahan tersebut serta langkah-langkah implementasi yang efektif.
Mengapa PSAK 117 Sangat Penting?
PSAK 117 menghadirkan paradigma baru dalam pelaporan kontrak asuransi dengan pendekatan yang lebih berbasis nilai ekonomi dan proyeksi arus kas masa depan. Standar ini memberikan transparansi yang lebih baik kepada investor, regulator, pemegang polis, dan pemangku kepentingan lainnya.
Beberapa manfaat utama implementasi PSAK 117 meliputi:
- Meningkatkan kualitas dan transparansi laporan keuangan.
- Menyelaraskan praktik pelaporan dengan standar internasional.
- Memberikan informasi yang lebih relevan kepada investor.
- Meningkatkan konsistensi pelaporan antar perusahaan asuransi.
- Memperkuat tata kelola perusahaan dan manajemen risiko.
- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.
Tujuan Training
Setelah mengikuti Training Penerapan PSAK 117 – Penyempurnaan dari PSAK 74 Adopsi dari IFRS 17 untuk Perusahaan Asuransi, peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep dan ruang lingkup PSAK 117.
- Mengetahui perubahan signifikan dibandingkan standar sebelumnya.
- Memahami metode pengukuran kontrak asuransi sesuai PSAK 117.
- Mengidentifikasi transaksi dan kontrak yang termasuk dalam ruang lingkup standar.
- Memahami dampak implementasi terhadap laporan keuangan perusahaan.
- Menguasai konsep Contractual Service Margin (CSM), Risk Adjustment, dan Future Cash Flow.
- Memahami kebutuhan integrasi antara fungsi aktuaria, akuntansi, dan teknologi informasi.
- Mengimplementasikan PSAK 117 secara efektif dalam organisasi.
Pengantar dan Evolusi Standar
Perjalanan dari PSAK 74 menuju PSAK 117
Dalam Training Penerapan PSAK 117 – Penyempurnaan dari PSAK 74 Adopsi dari IFRS 17 untuk Perusahaan Asuransi, peserta akan mempelajari sejarah perkembangan standar kontrak asuransi serta alasan perubahan menuju pendekatan yang lebih modern dan berbasis prinsip.
Perbandingan PSAK 17, PSAK 74, dan PSAK 117
Materi ini membahas perbedaan mendasar antara standar lama dan standar baru, termasuk perubahan dalam pengakuan pendapatan, pengukuran kewajiban, serta pengungkapan informasi.
Hubungan dengan IFRS 17
Peserta akan memahami bagaimana PSAK 117 mengadopsi prinsip-prinsip IFRS 17 dan implikasinya bagi perusahaan asuransi di Indonesia.
Unit of Account dan Scope Kontrak Asuransi
Kontrak Asuransi dan Kontrak Investasi
Pelatihan membahas perbedaan karakteristik kontrak asuransi dan kontrak investasi serta perlakuan akuntansinya.
Aggregation Level
Peserta akan memahami konsep:
- Portfolio.
- Group of Contracts.
- Unit of Account.
- Annual Cohorts.
Identifikasi Komponen Diskrit
Materi ini membantu peserta mengidentifikasi komponen yang harus dipisahkan dan dicatat secara terpisah sesuai ketentuan PSAK 117.
Measurement Models dalam PSAK 117
General Measurement Model (GMM)
Model utama yang digunakan untuk mengukur kontrak asuransi berdasarkan estimasi arus kas masa depan, penyesuaian risiko, dan margin layanan kontraktual.
Premium Allocation Approach (PAA)
Pendekatan yang lebih sederhana untuk kontrak jangka pendek tertentu yang memenuhi kriteria.
Variable Fee Approach (VFA)
Metode khusus untuk kontrak dengan fitur partisipasi langsung yang banyak digunakan dalam produk asuransi jiwa tertentu.
Building Blocks dalam PSAK 117
Future Cash Flow Estimates
Peserta akan mempelajari teknik estimasi arus kas masa depan yang menjadi dasar pengukuran kewajiban asuransi.
Discount Rate
Pembahasan mengenai penggunaan tingkat diskonto yang mencerminkan karakteristik kewajiban kontrak asuransi.
Risk Adjustment
Konsep penyesuaian risiko non-keuangan yang menjadi salah satu elemen penting dalam pengukuran liabilitas.
Contractual Service Margin (CSM)
CSM merupakan salah satu inovasi utama dalam PSAK 117 yang digunakan untuk mencerminkan keuntungan masa depan dari kontrak asuransi.
Recognition dan Presentation
Initial Recognition
Peserta akan memahami kapan kontrak harus diakui dan bagaimana perlakuan akuntansinya pada saat pengakuan awal.
Laporan Laba Rugi
Materi ini membahas perubahan struktur laporan laba rugi yang dihasilkan dari penerapan PSAK 117.
Laporan Posisi Keuangan
Peserta akan mempelajari bagaimana kontrak asuransi disajikan dalam laporan posisi keuangan berdasarkan pendekatan baru.
Disclosure dan Transisi PSAK 117
Persyaratan Pengungkapan
PSAK 117 mensyaratkan pengungkapan yang lebih rinci dan transparan dibandingkan standar sebelumnya.
Metode Transisi
Pembahasan mencakup:
- Full Retrospective Approach.
- Modified Retrospective Approach.
- Fair Value Approach.
Dampak terhadap Fungsi Bisnis dan Sistem
Integrasi Aktuaria dan Akuntansi
Implementasi PSAK 117 membutuhkan kolaborasi erat antara tim aktuaria dan keuangan.
Sistem Informasi dan Teknologi
Perusahaan perlu memastikan ketersediaan data granular serta kemampuan sistem untuk mendukung proses perhitungan yang lebih kompleks.
Manajemen Risiko dan Tata Kelola
Standar baru ini memperkuat pentingnya pengelolaan risiko dan kualitas data dalam proses pelaporan keuangan.
Studi Kasus dan Simulasi Implementasi
Peserta akan mempelajari berbagai studi kasus nyata yang mencakup:
- Simulasi penerapan GMM pada asuransi jiwa.
- Simulasi penerapan PAA pada asuransi umum.
- Penyusunan laporan keuangan berbasis PSAK 117.
- Analisis dampak terhadap laba dan ekuitas perusahaan.
- Diskusi implementasi dan solusi tantangan praktis.
Peserta yang Direkomendasikan
Pelatihan ini sangat sesuai untuk:
- Direktur Keuangan.
- Chief Financial Officer (CFO).
- Accounting Manager.
- Finance Manager.
- Aktuaris.
- Internal Auditor.
- Risk Management Officer.
- Compliance Officer.
- Tim Pelaporan Keuangan.
- Konsultan dan Praktisi Asuransi.
- Pihak lain yang terkait dengan implementasi PSAK 117.
Metode Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode:
- Presentation.
- Interactive Discussion.
- Case Study.
- Workshop.
- Financial Reporting Simulation.
- Question and Answer Session.
Hasil yang Diharapkan
Setelah mengikuti Training Penerapan PSAK 117 – Penyempurnaan dari PSAK 74 Adopsi dari IFRS 17 untuk Perusahaan Asuransi, peserta diharapkan mampu memahami secara menyeluruh konsep dan implementasi PSAK 117, mengidentifikasi perubahan utama dibandingkan standar sebelumnya, menerapkan metode pengukuran kontrak asuransi sesuai ketentuan terbaru, menyusun laporan keuangan yang memenuhi persyaratan PSAK 117, meningkatkan kualitas pengungkapan informasi keuangan, serta mendukung keberhasilan transformasi pelaporan keuangan perusahaan asuransi menuju standar internasional yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada nilai ekonomi.






