Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai standar akuntansi sewa yang mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan dari PSAK 30 menjadi PSAK 73, yang kemudian disesuaikan menjadi PSAK 116 per 1 Januari 2024, membawa dampak besar terhadap pelaporan keuangan perusahaan, khususnya bagi entitas yang memiliki banyak transaksi sewa.
Salah satu perubahan paling mendasar dalam PSAK 73 (PSAK 116) adalah kewajiban bagi penyewa (lessee) untuk mengakui aset hak guna (Right-of-Use Asset) dan liabilitas sewa dalam laporan posisi keuangan. Pendekatan ini menghilangkan sebagian besar perbedaan antara operating lease dan finance lease dari sisi lessee sehingga meningkatkan transparansi dan kualitas informasi keuangan.
Bagi banyak perusahaan, implementasi PSAK 73 (PSAK 116) tidak hanya berdampak pada pencatatan akuntansi, tetapi juga memengaruhi rasio keuangan, indikator kinerja, perencanaan pajak, perjanjian pembiayaan, serta pengambilan keputusan bisnis. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai standar ini menjadi sangat penting bagi praktisi keuangan, akuntansi, auditor, dan manajemen perusahaan.
Melalui Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya, peserta akan memperoleh pemahaman teoritis dan praktis mengenai identifikasi sewa, pengukuran aset hak guna, pencatatan liabilitas sewa, perlakuan modifikasi kontrak, hingga penyusunan laporan keuangan sesuai ketentuan terbaru.
Latar Belakang Perubahan PSAK 30 Menjadi PSAK 73 dan PSAK 116
Sebelum diberlakukannya PSAK 73, sebagian besar kontrak sewa operasi tidak dicatat dalam neraca perusahaan. Kondisi ini menyebabkan banyak kewajiban sewa tidak terlihat secara jelas dalam laporan keuangan sehingga mengurangi transparansi informasi bagi investor dan pemangku kepentingan.
Untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, Dewan Standar Akuntansi Keuangan mengadopsi IFRS 16 menjadi PSAK 73 yang kemudian disesuaikan penomorannya menjadi PSAK 116 mulai tahun 2024.
Melalui Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya, peserta akan memahami alasan perubahan standar, dampaknya terhadap organisasi, serta langkah-langkah implementasi yang efektif.
Tujuan Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya
Setelah mengikuti Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya, peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep dan ketentuan PSAK 116 secara menyeluruh.
- Memahami definisi sewa dan ruang lingkup penerapan standar.
- Mengidentifikasi kontrak yang mengandung unsur sewa.
- Menganalisis perjanjian sewa sesuai ketentuan PSAK 116.
- Menghitung aset hak guna dan liabilitas sewa.
- Memahami perlakuan akuntansi bagi lessee dan lessor.
- Menjelaskan perkembangan terkini dalam akuntansi sewa.
- Melakukan gap analysis antara PSAK 30, PSAK 73, dan PSAK 116.
- Menerapkan standar dalam kasus-kasus bisnis yang nyata.
Memahami Konsep Dasar PSAK 116
Apa Itu PSAK 116?
PSAK 116 merupakan standar akuntansi yang mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi sewa. Standar ini berlaku untuk seluruh kontrak yang memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset tertentu dalam jangka waktu tertentu sebagai imbalan atas pembayaran.
Tujuan PSAK 116
Tujuan utama standar ini adalah meningkatkan transparansi dan keterbandingan laporan keuangan dengan memastikan seluruh kewajiban sewa yang material tercermin dalam laporan posisi keuangan.
Dampak terhadap Laporan Keuangan
Implementasi PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya dapat memengaruhi:
- Total aset perusahaan.
- Total liabilitas perusahaan.
- EBITDA.
- Rasio leverage.
- Return on Assets (ROA).
- Debt to Equity Ratio (DER).
- Kinerja keuangan secara keseluruhan.
Identifikasi Sewa dalam PSAK 116
Definisi Sewa
Dalam Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya, peserta akan mempelajari bahwa suatu kontrak mengandung sewa apabila memberikan hak kepada pihak tertentu untuk mengendalikan penggunaan aset yang teridentifikasi selama periode tertentu.
Aset Teridentifikasi
Aset yang digunakan harus dapat diidentifikasi secara spesifik dalam kontrak, baik secara eksplisit maupun implisit.
Hak untuk Mengendalikan Penggunaan Aset
Peserta akan memahami bagaimana menentukan apakah suatu entitas memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset dan memperoleh manfaat ekonomis dari aset tersebut.
Aset Hak Guna (Right-of-Use Asset)
Konsep Aset Hak Guna
Salah satu konsep utama dalam Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya adalah pengakuan aset hak guna sebagai representasi hak perusahaan untuk menggunakan aset selama masa sewa.
Pengukuran Awal Aset Hak Guna
Aset hak guna diukur berdasarkan:
- Nilai awal liabilitas sewa.
- Pembayaran sewa yang dilakukan di muka.
- Biaya langsung awal.
- Estimasi biaya pembongkaran atau restorasi aset.
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Setelah diakui, aset hak guna dapat disusutkan dan diuji penurunan nilainya sesuai standar akuntansi yang berlaku.
Liabilitas Sewa
Pengakuan Liabilitas Sewa
Liabilitas sewa diakui sebesar nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan.
Komponen Pembayaran Sewa
Pembayaran yang diperhitungkan meliputi:
- Pembayaran tetap.
- Pembayaran variabel tertentu.
- Nilai residual yang dijamin.
- Opsi pembelian yang kemungkinan besar akan digunakan.
Diskonto dalam Pengukuran Liabilitas
Peserta akan mempelajari penggunaan suku bunga implisit atau incremental borrowing rate dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa.
Akuntansi Lessee
Pengakuan Awal
Lessee mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya kontrak.
Pengukuran Selanjutnya
Liabilitas sewa disesuaikan dengan pembayaran yang dilakukan, sementara aset hak guna disusutkan selama masa manfaatnya.
Penyajian dalam Laporan Keuangan
Peserta akan memahami bagaimana aset hak guna dan liabilitas sewa disajikan dalam laporan posisi keuangan serta dampaknya terhadap laporan laba rugi.
Akuntansi Lessor
Klasifikasi Sewa
Lessor tetap mengklasifikasikan sewa menjadi:
- Finance Lease.
- Operating Lease.
Perlakuan Akuntansi
Perbedaan perlakuan akuntansi antara kedua jenis sewa akan dibahas secara rinci dalam Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya.
Sale and Leaseback
Pengertian Sale and Leaseback
Transaksi ini terjadi ketika suatu aset dijual dan kemudian disewa kembali oleh pihak yang menjual aset tersebut.
Perlakuan Akuntansi
Peserta akan mempelajari kondisi yang memungkinkan pengakuan keuntungan serta metode pencatatan yang sesuai dengan PSAK 116.
Modifikasi dan Perpanjangan Kontrak Sewa
Perubahan Masa Sewa
Perubahan masa sewa dapat memengaruhi nilai aset hak guna dan liabilitas sewa.
Reassessment
PSAK 116 mengharuskan entitas melakukan reassessment terhadap kondisi tertentu yang memengaruhi estimasi masa sewa atau pembayaran sewa.
Dampak Modifikasi
Pelatihan ini akan membahas bagaimana mencatat perubahan kontrak tanpa menimbulkan kesalahan pelaporan keuangan.
Perjanjian Konsesi Jasa
Karakteristik Perjanjian Konsesi
Peserta akan mempelajari bagaimana membedakan kontrak konsesi jasa dengan kontrak sewa biasa.
Perlakuan Akuntansi
Pembahasan mencakup penerapan standar akuntansi terkait konsesi jasa dan hubungan dengan PSAK 116.
Gap Analysis PSAK 30, PSAK 73, dan PSAK 116
Perbedaan Utama
Dalam Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya, peserta akan memahami perbedaan mendasar antara:
- PSAK 30 (Sewa).
- PSAK 73 (Leases).
- PSAK 116 (Leases terbaru).
Dampak Perubahan terhadap Organisasi
Analisis gap membantu perusahaan memahami perubahan proses, sistem, kebijakan, dan laporan keuangan yang diperlukan.
Studi Kasus dan Implementasi Praktis
Pelatihan ini dilengkapi dengan berbagai studi kasus yang mencakup:
- Perhitungan aset hak guna.
- Pengukuran liabilitas sewa.
- Modifikasi kontrak.
- Sale and leaseback.
- Analisis dampak terhadap laporan keuangan.
- Penyusunan jurnal akuntansi PSAK 116.
Peserta yang Direkomendasikan
Pelatihan ini sangat cocok untuk:
- Finance Manager.
- Accounting Manager.
- Accounting Staff.
- Financial Controller.
- Internal Auditor.
- External Auditor.
- Tax Manager.
- Treasury Staff.
- Konsultan Keuangan.
- Praktisi Akuntansi dan Keuangan.
- Pihak lain yang terlibat dalam pengelolaan kontrak sewa.
Metode Pelatihan
Pelatihan disampaikan melalui:
- Presentasi Interaktif.
- Diskusi dan Tanya Jawab.
- Workshop Perhitungan.
- Studi Kasus Praktis.
- Simulasi Pencatatan Akuntansi.
- Latihan Penyusunan Jurnal.
- Evaluasi dan Review Implementasi.
Hasil yang Diharapkan
Setelah mengikuti Training PSAK 73 (PSAK 116) dan Penerapannya, peserta diharapkan mampu memahami konsep dan ketentuan PSAK 116 secara menyeluruh, mengidentifikasi kontrak yang mengandung sewa, menghitung aset hak guna dan liabilitas sewa secara akurat, menerapkan perlakuan akuntansi bagi lessee dan lessor, melakukan analisis gap antara PSAK 30, PSAK 73, dan PSAK 116, serta mengimplementasikan standar terbaru secara efektif untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan kepatuhan perusahaan terhadap standar akuntansi yang berlaku.


