Studi Kelayakan Bisnis merupakan proses penting dalam perencanaan dan pengembangan usaha untuk memastikan bahwa suatu investasi layak dijalankan secara finansial maupun operasional. Dalam dunia bisnis modern, keputusan investasi tidak hanya melibatkan modal dalam jumlah besar, tetapi juga penggunaan sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi, sarana, dan prasarana yang harus dikelola secara efektif dan efisien.
Dalam kondisi ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan, perusahaan memerlukan analisis yang lebih terstruktur sebelum menjalankan proyek atau ekspansi bisnis. Oleh karena itu, penerapan Studi Kelayakan Bisnis menjadi salah satu alat manajemen yang sangat penting untuk membantu organisasi dalam mengambil keputusan strategis secara objektif dan berbasis data.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami konsep studi kelayakan secara menyeluruh, mulai dari aspek bisnis, pemasaran, operasional, hingga analisis finansial. Selain teori, peserta juga akan mempelajari studi kasus dan latihan perhitungan sehingga mampu menerapkan metode analisis kelayakan bisnis dalam situasi nyata.
_
Mengapa Training Studi Kelayakan Bisnis Penting?
Setiap keputusan investasi memiliki risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis perusahaan. Tanpa analisis yang tepat, investasi dapat mengalami kerugian akibat perencanaan yang kurang matang, kesalahan proyeksi, maupun ketidaksesuaian strategi bisnis dengan kondisi pasar.
Melalui Training Studi Kelayakan Bisnis, peserta akan memahami bagaimana melakukan evaluasi terhadap peluang usaha secara lebih sistematis dan komprehensif. Pelatihan ini membantu perusahaan dalam menentukan apakah suatu proyek bisnis layak dijalankan, dikembangkan, ditunda, atau bahkan dihentikan.
Selain itu, Studi Kelayakan Bisnis juga membantu organisasi dalam memahami potensi keuntungan, risiko investasi, kemampuan pendanaan, serta strategi operasional yang paling efektif untuk mencapai target bisnis.
Pelatihan ini sangat relevan bagi professional yang terlibat dalam business planning, project management, investment analysis, maupun strategic decision making.
a
Tujuan Training Studi Kelayakan Bisnis
Pelatihan Studi Kelayakan Bisnis bertujuan membekali peserta dengan wawasan dan keterampilan dalam melakukan analisis kelayakan usaha secara profesional dan aplikatif.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep dasar studi kelayakan bisnis
- Melakukan analisis investasi dan business planning
- Menyusun proyeksi bisnis dan analisis keuangan
- Mengevaluasi aspek non-finansial dalam pengembangan usaha
- Menggunakan metode analisis ROI, NPV, IRR, dan PBP
- Mengambil keputusan bisnis berdasarkan hasil studi kelayakan
_
Outline Training :
1. Konsep Bisnis dan Pendahuluan
Peserta akan memahami dasar-dasar bisnis sebagai fondasi dalam Studi Kelayakan Bisnis.
Materi meliputi :
- Terminologi bisnis
- Karakteristik bisnis
- Informasi bisnis dan sistem informasi bisnis
- Investasi dalam bisnis
Sesi ini membantu peserta memahami hubungan antara investasi, pengelolaan sumber daya, dan strategi bisnis perusahaan.
2. Jenis dan Bentuk Bisnis
Dalam pelatihan Studi Kelayakan Bisnis, peserta juga akan mempelajari berbagai bentuk pengembangan usaha dan strategi pertumbuhan bisnis.
Materi mencakup:
- New business
- Procurement atau acquisition
- Development dan expansion
- Diversification
- Merger
Peserta akan memahami karakteristik dan risiko masing-masing bentuk pengembangan bisnis.
3. Studi Kelayakan Bisnis
Sesi utama membahas konsep dan tahapan penyusunan studi kelayakan secara menyeluruh.
Materi meliputi:
- Cakupan studi kelayakan bisnis
- Tahapan pembuatan studi kelayakan
- Faktor keberhasilan bisnis
- Analisis peluang usaha
Peserta akan memahami bagaimana menyusun studi kelayakan secara sistematis untuk mendukung keputusan investasi.
4. Aspek dan Analisa Kelayakan Bisnis Non Finansial
Pelatihan Studi Kelayakan Bisnis juga membahas aspek non-keuangan yang memengaruhi keberhasilan usaha.
Materi mencakup:
- Business environment
- Marketing analysis
- Operation and production
- Management and supporting unit
- Human resources
- Environmental issues
Peserta akan memahami pentingnya analisis pasar, operasional, dan lingkungan bisnis sebelum menjalankan proyek investasi.
5. Kelayakan Bisnis Keuangan (1)
Peserta akan mempelajari dasar penyusunan proyeksi keuangan dalam studi kelayakan.
Materi meliputi:
- Asumsi dasar dan pendukung
- Proyeksi penjualan dan pemasaran
- Proyeksi produksi
- Proyeksi laba rugi
Sesi ini membantu peserta memahami bagaimana membangun dasar financial projection yang realistis.
6. Kelayakan Bisnis Keuangan (2)
Dalam sesi lanjutan Studi Kelayakan Bisnis, peserta akan mempelajari teknik analisis keuangan untuk mengevaluasi investasi.
Materi mencakup:
- Proyeksi arus kas
- Analisa BCR
- ROI analysis
- Net Present Value (NPV)
- Internal Rate of Return (IRR)
- Payback Period (PBP)
- Analisa rasio keuangan
- Rangkuman kinerja keuangan bisnis
Peserta akan memahami bagaimana menggunakan indikator finansial untuk menentukan kelayakan suatu proyek bisnis.
7. Studi Kasus dan Contoh Soal
Peserta akan melakukan latihan dan pembahasan studi kasus untuk meningkatkan pemahaman terhadap implementasi Studi Kelayakan Bisnis.
Aktivitas meliputi:
- Analisis investasi
- Penyusunan proyeksi bisnis
- Perhitungan rasio keuangan
- Evaluasi proyek bisnis
- Simulasi pengambilan keputusan investasi
8. Diskusi dan Tanya Jawab
Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendiskusikan berbagai tantangan nyata dalam penyusunan studi kelayakan bisnis di perusahaan.
_
Peserta Training
Training Studi Kelayakan Bisnis sangat cocok untuk:
- Manager dan Director
- Personnel dan Administration Manager
- Financial Controller
- Chief Accountant
- Financial Analyst
- Business Analyst
- Credit dan Investment Analyst
- Operation dan Project Manager
- Head of Department
- Business Planner dan Business Advisor
Pelatihan ini juga relevan bagi professional yang ingin meningkatkan kemampuan dalam analisis investasi dan business development.
_
Hasil yang Diharapkan
Setelah mengikuti pelatihan Studi Kelayakan Bisnis, peserta diharapkan mampu melakukan analisis kelayakan usaha secara lebih objektif, menyusun proyeksi bisnis yang realistis, mengevaluasi investasi menggunakan berbagai metode finansial, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih efektif dan strategis.

