Arcarta

Consultant

TRAINING BEDAH KUHP PERDATA TERKAIT PEMBORONGAN PEKERJAAN

TRAINING BEDAH KUHP PERDATA TERKAIT PEMBORONGAN PEKERJAAN

Tempat dan Biaya

Online Training ( Group )
Rp 2.200.000
Online Training (Reguler)
Rp 2.600.000
Jakarta
Rp 5.500.000
Bandung
Rp 6.000.000
Yogyakarta
Rp 6.300.000
Surabaya
Rp 6.500.000
Bali
Rp 7.000.000
Kota lain
Rp 6.000.000 - Rp 7.000.000

Jadwal

04
- 05 Jun 2026

Akan Datang

06
- 07 Jul 2026

Akan Datang

06
- 07 Aug 2026

Akan Datang

07
- 08 Sep 2026

Akan Datang

08
- 09 Oct 2026

Akan Datang

05
- 06 Nov 2026

Akan Datang

07
- 08 Dec 2026

Akan Datang

Training Bedah KUHP Perdata Terkait Pemborongan Pekerjaan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai aspek hukum pemborongan pekerjaan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) serta regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Dalam praktik bisnis modern, sistem pemborongan pekerjaan menjadi salah satu mekanisme yang banyak digunakan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, fleksibilitas tenaga kerja, dan efektivitas pelaksanaan proyek.

Namun demikian, penerapan sistem pemborongan pekerjaan juga memiliki berbagai konsekuensi hukum yang harus dipahami secara tepat oleh perusahaan, kontraktor, maupun pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan kerja dan hubungan kontraktual. Ketidaktepatan dalam penyusunan perjanjian, pelaksanaan pekerjaan, maupun pengelolaan hubungan kerja dapat menimbulkan risiko sengketa hukum, pelanggaran ketenagakerjaan, hingga permasalahan tanggung jawab hukum antara pemberi kerja dan pemborong.

Dalam KUH Perdata, pemborongan pekerjaan diatur sebagai suatu perjanjian di mana pihak pemborong mengikatkan diri untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu dengan menerima imbalan atau harga tertentu dari pihak yang memborongkan pekerjaan. Fokus utama dari hubungan hukum ini adalah hasil pekerjaan yang disepakati, termasuk kualitas, waktu penyelesaian, dan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak.

Perkembangan regulasi ketenagakerjaan, termasuk Undang-Undang Cipta Kerja dan peraturan turunannya, juga memberikan pengaruh besar terhadap praktik pemborongan pekerjaan di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami hubungan antara hukum perdata, hukum ketenagakerjaan, serta implementasi sistem pemborongan pekerjaan agar dapat meminimalkan risiko hukum dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari konsep dasar pemborongan pekerjaan, kedudukan hukumnya dalam sistem peraturan perundang-undangan Indonesia, penyusunan perjanjian pemborongan, hubungan hukum antara para pihak, hingga implikasi hukum dari penerapan sistem pemborongan pekerjaan dalam dunia usaha.

Pentingnya Memahami Hukum Pemborongan Pekerjaan

Sistem pemborongan pekerjaan menjadi bagian penting dalam berbagai sektor industri seperti konstruksi, manufaktur, energi, jasa, hingga proyek-proyek operasional perusahaan. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap aspek hukum pemborongan pekerjaan sangat diperlukan agar pelaksanaan kerja sama bisnis berjalan secara aman, efektif, dan sesuai regulasi.

Kurangnya pemahaman mengenai pemborongan pekerjaan dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti sengketa kontrak, ketidakjelasan tanggung jawab, konflik hubungan industrial, hingga potensi pelanggaran hukum ketenagakerjaan.

Pemborongan Pekerjaan dalam Perspektif KUH Perdata

KUH Perdata mengatur pemborongan pekerjaan sebagai bentuk perikatan antara pihak pemberi pekerjaan dan pihak pemborong dengan fokus pada hasil pekerjaan yang disepakati dalam kontrak.

Keterkaitan dengan Regulasi Ketenagakerjaan

Praktik pemborongan pekerjaan juga berkaitan erat dengan regulasi ketenagakerjaan, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan PP No. 35 Tahun 2021 yang mengatur hubungan kerja dan perlindungan tenaga kerja.

Mengurangi Risiko Sengketa dan Permasalahan Hukum

Pemahaman terhadap aspek hukum pemborongan membantu perusahaan menghindari risiko sengketa, kesalahan kontrak, pelanggaran regulasi, maupun ketidakjelasan tanggung jawab hukum dalam pelaksanaan pekerjaan.

Manfaat Mengikuti Training Bedah KUHP Perdata Terkait Pemborongan Pekerjaan

Pelatihan ini memberikan pemahaman praktis dan yuridis mengenai sistem pemborongan pekerjaan, termasuk aspek kontraktual, hubungan kerja, serta implementasi hukumnya dalam dunia usaha.

Peserta akan memahami bagaimana menyusun dan mengevaluasi perjanjian pemborongan pekerjaan secara tepat serta memahami hak dan kewajiban para pihak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu:

  • memahami konsep dan dasar hukum pemborongan pekerjaan,
  • memahami kedudukan pemborongan pekerjaan dalam KUH Perdata,
  • memahami hubungan hukum dalam sistem pemborongan pekerjaan,
  • memahami regulasi ketenagakerjaan terkait pemborongan pekerjaan,
  • memahami penyusunan perjanjian pemborongan pekerjaan,
  • mengidentifikasi risiko hukum dalam praktik pemborongan,
  • memahami kelebihan dan kelemahan sistem pemborongan pekerjaan,
  • serta memahami implementasi hukum pemborongan pekerjaan dalam praktik bisnis.

Materi Training Bedah KUHP Perdata Terkait Pemborongan Pekerjaan

Pemahaman dan Pengertian Pemborongan Pekerjaan

Pembahasan mengenai definisi pemborongan pekerjaan, karakteristik hubungan hukum dalam pemborongan, serta perbedaan pemborongan pekerjaan dengan hubungan kerja biasa.

Kedudukan Pemborongan Pekerjaan dalam Peraturan Perundang-Undangan

Peserta akan mempelajari posisi pemborongan pekerjaan dalam KUH Perdata, hukum ketenagakerjaan, dan regulasi lainnya yang berkaitan dengan sistem outsourcing dan pemborongan kerja.

Hakikat dan Prinsip Dasar Pemborongan Pekerjaan

Materi membahas prinsip-prinsip hukum perjanjian, hubungan para pihak, hak dan kewajiban pemberi kerja dan pemborong, serta aspek tanggung jawab hukum dalam pelaksanaan pekerjaan.

Tata Cara Pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan

Pembahasan mengenai proses pelaksanaan pemborongan pekerjaan, mekanisme kerja sama, pengawasan pekerjaan, standar hasil pekerjaan, dan pengendalian risiko hukum.

Perjanjian dalam Pemborongan Pekerjaan

Peserta akan memahami penyusunan kontrak pemborongan pekerjaan, klausul penting dalam perjanjian, hak dan kewajiban para pihak, wanprestasi, serta penyelesaian sengketa kontrak.

Keterkaitan Pemborongan Pekerjaan dengan Undang-Undang Cipta Kerja

Materi membahas pengaruh Undang-Undang Cipta Kerja terhadap sistem pemborongan pekerjaan, hubungan kerja, outsourcing, dan perlindungan tenaga kerja.

Keterkaitan Pemborongan Pekerjaan dengan PP No. 35 Tahun 2021

Pembahasan mengenai ketentuan PP 35 terkait perjanjian kerja, hubungan kerja waktu tertentu, outsourcing, serta implikasinya terhadap praktik pemborongan pekerjaan.

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Pemborongan Pekerjaan

Peserta akan mempelajari keuntungan penerapan sistem pemborongan bagi perusahaan, tantangan implementasi, risiko hukum, serta strategi mitigasi risiko.

Implementasi Hukum Pemborongan Pekerjaan

Materi mencakup studi kasus praktik pemborongan pekerjaan di Indonesia, penyelesaian sengketa, serta evaluasi implementasi sistem pemborongan dari perspektif hukum dan bisnis.

Siapa yang Perlu Mengikuti Training Ini?

Training Bedah KUHP Perdata Terkait Pemborongan Pekerjaan sangat direkomendasikan bagi pimpinan perusahaan, HR manager, legal officer, industrial relation officer, procurement staff, contract administrator, auditor, compliance officer, konsultan hukum, kontraktor, pengelola proyek, maupun profesional yang terlibat dalam pengelolaan hubungan kerja dan perjanjian pemborongan pekerjaan.

Galleries Training

No results found.

error: Content is protected !!