Beliau memiliki Peran utama sebagai Founder & Director Urways Indonesia Corpora dan Kasa 1 Group, Dosen Komunikasi Strategis di Universitas Multimedia Nusantara dan sebagai Associate Trainer. Berfokus pada transfer pengetahuan praktis melalui pelatihan yang aplikatif.. Memiliki Keahlian inti as on the intersection of digital innovation and sustainable business, and actively write and conduct research in these areas. Serta mempunyai Keahlian dan Sertifikasi Profesional diantaranya Training for Trainers Level 6 (Master Trainer), Public Relations Advisor, Certified Business Consultant, MICE Certification dan memiliki Keahlian tambahan dalam branding, kampanye media massa, kampanye digital, manajemen proyek & acara, serta penerbitan editorial.
Beliau berhasil menyelesaikan Pendidikan di Sarjana: Ilmu Komunikasi (Universitas Sebelas Maret, 2006 – 2010), Magister: Ilmu Komunikasi (2012 – 2014) dan Doktoral Kandidat: Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid, Jakarta (2024 – sekarang).
Pengalaman Profesional Utama
- Stakeholder & Communication Headuntuk Asia Pulp & Paper (APP), Tangerang Mills (2012 – 2015).
- Corporate Communicationsdi Universitas Mercu Buana, Jakarta;
- External Relations Officerdi PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), Sumbawa, NTB (2010 – 2012).
- Menghasilkan beberapa tulisan berupa Buku & Publikasi diantaranya :
- CSR Communications; Nuansa Periklanan Korporat; Cyber CSR; Komunikasi Pembangunan Berkelanjutan; Employee Branding; Digital Marketing Communication; Transformasi TJSL BUMN; Sustainability Team & Communication.
- Diterbitkan melalui Graha Ilmu dan diterjemahkan dalam konteks praktis komunikasi korporat dan pemasaran digital.
Keahlian dan Sertifikasi Profesional
- Training for Trainers Level 6 (Master Trainer)
- Public Relations Advisor
- Digital Marketing Specialist
- Certified Business Consultant
- MICE Certification
- Global Reporting Initiative (GRI G4) dan Green Jobs
- Keahlian tambahan dalam branding, kampanye media massa, kampanye digital, manajemen proyek & acara, serta penerbitan editorial.
- Pengelolaan hubungan pemangku kepentingan, komunikasi publik, CSR, krisis komunikasi, dan inisiatif keberlanjutan—disesuaikan dengan standar global.